Kematian Siswa SMAN 5 Bandung, Polisi Lakukan Penyidikan Mendalam
NTB Crime – Kepolisian Resor Kota Besar Bandung tengah mendalami kasus tewasnya Muhammad Fahdly Arjasubrata, seorang siswa SMAN 5 Bandung, yang diduga menjadi korban pengeroyokan di Jalan Cihampelas.
Pelaksana Tugas Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Adi Wijaya, menegaskan pentingnya kepercayaan masyarakat terhadap proses penyidikan yang sedang berlangsung. “Percayakan kepada Polrestabes Bandung untuk melakukan pendalaman dan penyidikan berkaitan dengan kejadian tersebut,” ujarnya di Bandung, pada Minggu (15/3).
Saat ini, kasus ini ditangani oleh Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung. Adi juga mengimbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dan berharap agar insiden ini tidak menimbulkan dampak negatif lebih lanjut.
“Kita berharap dengan kejadian semalam juga tidak ada ekses yang akan terjadi di kemudian hari,” tambahnya.
Peristiwa tragis ini menjadi perhatian luas setelah sebuah video amatir yang memperlihatkan aksi keributan di kawasan Cihampelas menyebar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, tampak seorang pria yang diduga korban tergeletak di tepi jalan.
Kapolsek Coblong, Riki Erickson, mengindikasikan bahwa insiden ini melibatkan pelajar dari dua sekolah, yaitu SMAN 5 Bandung dan SMAN 2 Bandung. “Iya, meninggal dunia anak SMAN 5 Bandung, saat ini ditangani Polrestabes Bandung,” ungkap Riki.
