Kritik Pedas Terkait Penyaluran Makanan Bergizi di Desa Pengengat
NTB Crime – Lombok Tengah – Penyaluran Makanan Bergizi Gratis (MBG) oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kepada SDN Tempit di Desa Pengengat, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, menuai kritik tajam dari masyarakat setempat. Banyak yang merasa bahwa makanan yang diberikan tidak mencerminkan nilai gizi yang seharusnya.
Ahmadun Rialim, tokoh pemuda yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Organisasi Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Republik Indonesia (GMPRI) NTB, menyatakan kekecewaannya terhadap situasi ini. Ia menilai bahwa sering kali, makanan yang disalurkan tidak memenuhi standar kualitas yang diharapkan.
“Apa yang terjadi dengan SPPG di Desa Pengengat? Sudah beberapa kali saya amati, makanan yang diterima sekolah jauh dari kata sesuai, baik dari segi harga maupun kualitas gizinya. Saya kuatir, Ahli Gizinya tidak lulus sekolah,” ungkap Ahmadun kepada awak media.
Lebih lanjut, Ahmadun mengungkapkan bahwa niat baik Presiden Prabowo dalam mencapai target gizi untuk generasi Emas 2045 kini tercoreng oleh tindakan oknum yang hanya mementingkan kepentingan pribadi.
“Seharusnya, dengan alokasi dana yang besar, yang diperuntukkan bagi pemilik dapur dan petugas, mereka tidak seharusnya bertindak serakah dan mengabaikan hak anak-anak. Ini sangat memprihatinkan,” tegasnya.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
