Motif Kejam di Balik Kasus Mutilasi Pegawai Kios Ayam Geprek
NTB Crime – Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, memberikan penjelasan mengenai motif di balik kasus mutilasi yang menimpa seorang pegawai kios ayam geprek berinisial AH. Jasad AH ditemukan dalam keadaan mengenaskan di dalam freezer di kawasan Perumahan Mega Regency, Serang Baru, Bekasi, Jawa Barat.
Iman mengungkapkan bahwa tindakan kejam tersebut dilatarbelakangi oleh niatan untuk menguasai harta milik korban. Ia menjelaskan bahwa dua pelaku, yaitu S (27) dan DS alias ANS (24), yang juga bekerja di toko itu, berupaya merebut barang-barang berharga dari majikannya.
“Keinginan untuk menguasai barang milik majikan menjadi pemicu utama. Mereka semula berusaha mengambil mobil, tetapi terganjal oleh perlawanan AH yang berperan sebagai petugas keamanan,” jelas Iman setelah menghadiri rapat di Komisi III DPR pada Selasa (31/3).
Setelah gagal menggasak mobil, kedua pelaku kemudian mengalihkan perhatian untuk mengambil sepeda motor. Namun, AH tetap menolak dan mencoba melawan upaya kedua tersangka tersebut. “Korban tidak mau mengikuti keinginan para pelaku, yang mengakibatkan pelaku mengambil langkah fatal dengan menghabisi nyawanya,” tambah Iman.
Penemuan jasad AH dimulai ketika pemilik toko, yang baru kembali dari mudik di Cilacap, mendatangi ruko pada pagi Sabtu (28/3). Ia merasa curiga dengan bau yang menyengat dari arah freezer yang terkunci. Ketika pintu freezer dibuka, ia terkejut mendapati tubuh karyawannya yang telah hancur di antara tumpukan daging beku.
AH, yang berusia 39 tahun, diketahui sebagai petugas keamanan di tempat tersebut. Saat freezer dibuka, kondisi tubuhnya sangat mengerikan, di mana tangan dan kakinya tidak ada. Yang lebih mengkhawatirkan, potongan tubuh tersebut dilaporkan hilang dan tidak ditemukan di lokasi kejadian.
Selain itu, dua unit sepeda motor dan sejumlah uang tunai milik pemilik toko juga dilaporkan hilang. Saat ini, pihak kepolisian telah menangkap S dan ANS sebagai pelaku utama. Keduanya saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif di Polda Metro Jaya.
“Kedua pelaku sudah kita tangkap dan kini dalam proses pemeriksaan,” tutup Iman.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
