Kondisi Terkini Andrie Yunus Setelah Penyiraman Air Keras

NTB Crime – Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) memberikan informasi terbaru mengenai kondisi Andrie Yunus, aktivis yang mengalami penyiraman air keras. Selama proses penanganan medis, Andrie telah menjalani prosedur tanam kulit pada wajahnya.

Kepala Divisi Pemantauan Impunitas KontraS, Jane Rosalina, menjelaskan bahwa pada hari Selasa (17/3), Andrie menjalani prosedur medis lanjutan untuk mengangkat jaringan kulit yang mengalami kerusakan. “Penanganan ini difokuskan pada seluruh area yang terkena luka bakar, khususnya pada bagian wajah,” jelas Jane dalam konferensi pers yang diadakan di Jakarta Pusat.

Meskipun demikian, kondisi bagian leher, dada, dan lengan kanan Andrie masih memerlukan perhatian karena terdapat luka yang dalam, sehingga transplantasi kulit pada area tersebut belum dapat dilakukan. “Kami memperkirakan, tindakan operasi akan dilakukan lebih dari sekali. Kami sangat mengharapkan dukungan doa dan solidaritas untuk kesembuhan Andrie,” tambahnya.

Tim medis dari RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) melaporkan bahwa Andrie mengalami luka bakar sebesar 20 persen dan trauma kimia di mata kanan dengan tingkat keparahan yang cukup serius. “Meskipun kondisi Andrie membaik, terdapat penurunan penglihatan serta kerusakan pada bagian kornea saat kejadian awal,” papar Jane.

Namun, ia mengungkapkan rasa syukurnya karena Andrie mendapatkan perawatan yang baik. Setelah menjalani pembersihan jaringan rusak di mata, Andrie juga menjalani transplantasi membran amnion untuk melindungi permukaan mata. Saat ini, Andrie berada di High Care Unit RSCM dengan penanganan dari tim medis yang terdiri dari berbagai spesialis.

Jane menegaskan bahwa keluarga dan kuasa hukum Andrie melarang kunjungan dari pihak manapun untuk menjaga hak-hak serta kenyamanan pasien. “Kami melakukan ini demi keamanan dan hak Andrie dalam menerima layanan kesehatan yang optimal,” tegasnya.

Rilis pers dari RSCM juga mengonfirmasi bahwa Andrie telah menjalani pembersihan jaringan yang rusak dan cangkok kulit. Kerusakan sel punca kornea pada mata kanannya mencapai 40 persen, tetapi saat ini kondisi mata dilaporkan stabil, dengan sel punca mulai menunjukkan tanda pemulihan, meskipun epitelisasi masih dalam pemantauan.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya