Presiden Filipina Terapkan Empat Hari Kerja Akibat Konflik Timur Tengah

08 Mar 2026 • 12:04 iMedia

NTB Crime – Pemerintah Filipina, di bawah kepemimpinan Presiden Ferdinand “Bongbong” Marcos Jr., telah memutuskan untuk menerapkan kebijakan empat hari kerja bagi seluruh masyarakat. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) serta Israel.

Dalam pernyataannya pada Jumat (6/3), Bongbong menyatakan, “Kita adalah korban perang yang bukan atas kehendak kita. Namun, kita memiliki tanggung jawab untuk melindungi rakyat Filipina.” Kebijakan ini akan mulai diterapkan pada Senin (9/3), yang akan dimulai dari sektor pemerintahan. Namun, penting untuk dicatat bahwa kebijakan ini tidak berlaku untuk tenaga layanan publik seperti anggota polisi dan pemadam kebakaran.

Isu penutupan Selat Hormuz oleh Iran sejak 1 Maret juga menjadi salah satu faktor pendorong kebijakan ini. Penutupan tersebut berpotensi memicu lonjakan harga bahan bakar di Filipina. Bongbong memperkirakan, harga bensin dapat naik hingga 7,48 peso per liter, sementara solar dan minyak tanah masing-masing diperkirakan naik 17,28 peso dan 32,35 peso.

Filipina sendiri mengandalkan impor minyak mentah dari Timur Tengah dan masih bergantung pada pembangkit listrik berbahan bakar minyak. Dengan lebih dari dua juta warganya yang bekerja di wilayah konflik tersebut, keamanan dan keselamatan mereka juga menjadi perhatian utama bagi pemerintah.

Dalam upaya mengatasi krisis ini, Bongbong telah menginstruksikan semua instansi untuk mengurangi konsumsi BBM dan listrik antara 10 hingga 20 persen. Selain itu, perjalanan luar negeri bagi pejabat negara pun dilarang, dan semua rapat dialihkan ke format virtual untuk menghemat sumber daya.

Presiden juga meminta Kongres untuk memberikan wewenang mengurangi pajak cukai pada produk minyak bumi jika harga minyak mentah naik melebihi US$80 per barel. Ia berharap bisa mengamandemen undang-undang biofuel untuk mempermudah penggunaan bioetanol yang lebih murah dalam campuran produk minyak bumi.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya