Iran Terapkan Seleksi Ketat untuk Kapal Melintasi Selat Hormuz

18 Mar 2026 • 15:53 iMedia

NTB Crime – Iran kini menerapkan kebijakan seleksi yang ketat bagi kapal-kapal dari negara sekutu yang ingin melintas melalui Selat Hormuz. Jalur perdagangan yang krusial ini terpengaruh oleh konflik yang terjadi di Timur Tengah.

Menurut laporan terbaru dari Windward, sebuah perusahaan intelijen maritim, tercatat setidaknya lima kapal berhasil keluar dari Selat Hormuz melalui perairan Iran pada tanggal 15 hingga 16 Maret 2026. Rute yang baru ini menunjukkan bagaimana Iran telah mengembangkan blokade selektif untuk memberikan akses bagi sekutunya.

Dalam laporan tersebut, Windward menyatakan bahwa Iran kini menerapkan sistem izin transit yang ketat di selat ini. Pada hari Senin, Natasha Kaneva, analis komoditas dari bank JPMorgan, melaporkan bahwa empat kapal telah terdeteksi keluar dari selat melalui jalur Larak-Qeshm, yang terletak dekat pantai Iran dalam dua hari sebelumnya.

Kaneva menjelaskan, “Ini bukan jalur yang biasa digunakan oleh kapal, dan hal ini mungkin menandakan adanya proses yang dirancang untuk memastikan kepemilikan kapal serta muatannya, sehingga memberikan kesempatan bagi kapal yang tidak terafiliasi dengan AS atau sekutunya untuk berlalu. ” Kapal-kapal tersebut meliputi pengangkut minyak curah dan sebuah tanker minyak Karachi berbendera Pakistan.

Situs pelacakan MarineTraffic mengonfirmasi bahwa kapal Karachi melintas dengan sistem transponder otomatis yang aktif, meskipun banyak kapal lainnya menonaktifkan sistem tersebut untuk menghindari potensi penargetan.

Mayoritas minyak mentah yang melewati Selat Hormuz ini ditujukan untuk pasar Asia, terutama China. Sejak serangan yang dilancarkan oleh AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari 2026, Selat Hormuz telah ditutup. Rute ini tentunya sangat vital, mengingat lebih dari seperlima dari seluruh pasokan minyak dan gas alam cair dunia melintasi perairan ini.

Beberapa negara lain juga telah memulai negosiasi dengan Iran untuk memfasilitasi pengiriman kapal mereka. Sementara itu, AS terus mendorong negara-negara sekutunya untuk meningkatkan perlindungan militer bagi pelayaran di kawasan ini.

Kapal tanker berbendera India yang membawa LPG sudah berhasil mencapai pelabuhan India setelah melintasi selat tersebut akhir pekan lalu, setelah adanya pembicaraan antara pejabat kedua negara. Kapal dari Turki juga berhasil melintasi selat dengan izin yang diberikan oleh Iran.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya