Eropa Tolak Permintaan Trump Terkait Selat Hormuz

18 Mar 2026 • 02:19 iMedia

NTB Crime – Pemimpin-pemimpin negara Eropa secara tegas menolak permintaan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang meminta bantuan mereka untuk mengawasi kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Kebijakan ini muncul di tengah ketegangan yang meningkat di wilayah tersebut.

Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, menegaskan bahwa Jerman tidak berniat untuk terlibat dalam operasi militer yang berkaitan dengan konflik ini. “Kami memerlukan kejelasan lebih lanjut. Kami berharap Amerika Serikat dan Israel melibatkan kami dalam rencana mereka dan memberi penjelasan mengenai tujuan yang ingin dicapai,” ungkap Wadephul.

Lebih lanjut, dia menyatakan pentingnya mendefinisikan arsitektur keamanan bersama negara-negara tetangga setelah mendapatkan pemahaman yang jelas tentang situasi yang ada. Pernyataan ini juga didukung oleh juru bicara Kanselir Jerman, Stefan Kornelius, yang mengatakan bahwa konflik di Timur Tengah tidak terkait dengan NATO.

Sejalan dengan ini, Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menegaskan bahwa permintaan Trump tidak akan dijadikan misi NATO. Ia menunjukkan komitmen Inggris untuk tidak terperosok dalam konflik lebih luas, namun mengindikasikan adanya diskusi dengan AS dan sekutu di Eropa dan Teluk mengenai kemungkinan penggunaan drone untuk menanggulangi ranjau.

PM Belanda, Rob Jetten, juga menyoroti tantangan dalam meluncurkan misi yang sukses dalam waktu dekat di Selat Hormuz. Sementara itu, Lituania dan Estonia berpendapat bahwa negara-negara NATO perlu mempertimbangkan permintaan AS, tetapi juga menekankan pentingnya kejelasan mengenai setiap misi yang akan dilaksanakan.

Dari sisi lain, Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, memastikan bahwa Italia tidak terlibat dalam misi angkatan laut yang mungkin diperluas ke wilayah tersebut. Berbeda dengan pendapat tersebut, Menteri Luar Negeri Denmark, Lars Lokke Rasmussen, menyerukan Eropa untuk tetap terbuka dalam membantu memastikan kebebasan navigasi di selat meskipun tidak mendukung rencana perang AS dan Israel melawan Iran.

Sebelumnya, Trump dalam sebuah wawancara meminta bantuan NATO dan China untuk memastikan keamanan di Selat Hormuz. Ia berpendapat bahwa negara-negara seperti Eropa dan China seharusnya lebih berperan karena mereka merupakan pihak yang paling diuntungkan dalam hal ini. Trump memperingatkan, jika Eropa menolak untuk membantu, masa depan NATO akan terancam. Dia juga mengancam bahwa jika China tidak bersedia memberikan dukungan, pertemuannya dengan Presiden Xi Jinping tidak akan terlaksana.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya