Dukungan Global atas Penutupan Masjid Al Aqsa oleh Israel
NTB Crime – Indonesia bersama dengan tujuh negara Arab lainnya, termasuk Qatar, Yordania, Turki, Pakistan, Arab Saudi, Mesir, serta Uni Emirat Arab, secara resmi mengecam tindakan Israel yang menutup Masjid Al Aqsa selama bulan suci Ramadan. Penutupan yang sudah berlangsung hampir dua pekan ini dinilai sebagai pelanggaran hukum internasional dan merugikan hak beribadah masyarakat Palestina.
Dalam pernyataan yang dirilis pada Rabu (11/3) dan dilansir dari Al Jazeera, para Menteri Luar Negeri menegaskan penolakan mereka terhadap langkah ilegal ini. Mereka mengecam tindakan provokatif Israel yang berlanjut di Masjid Al Aqsa dan terhadap jemaah yang ingin beribadah.
Pernyataan tersebut juga menyebutkan bahwa Israel tidak memiliki kedaulatan atas Yerusalem Timur yang diduduki, termasuk atas situs-situs suci bagi umat Islam dan Kristen. Seluruh area Masjid Al Aqsa, menurut para Menteri, harus sepenuhnya diperuntukkan bagi umat Muslim.
Lebih lanjut, mereka mendesak Israel untuk segera membuka kembali gerbang Masjid Al Aqsa dan mencabut pembatasan akses ke Kota Tua Yerusalem. Selain itu, mereka meminta komunitas internasional untuk mendesak Israel agar menghentikan pelanggaran yang terus terjadi.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Palestina menyatakan bahwa penutupan tersebut merupakan pelanggaran yang nyata terhadap hak-hak rakyat Palestina. Tak hanya itu, Hamas juga menilai tindakan Israel sebagai preseden berbahaya dan pelanggaran terhadap kebebasan beribadah.
Pasukan Israel diketahui telah memberlakukan pembatasan ketat terhadap jemaah serta akses menuju Kota Tua, dengan mengerahkan banyak polisi dan unit khusus. Langkah ini dilakukan dengan alasan keamanan di tengah ketegangan yang meningkat, dengan larangan terhadap warga Palestina untuk masuk dan menjalankan ibadah.
Beberapa jemaah melaporkan bahwa mereka dihalau saat mencoba memasuki gerbang masjid, dan wilayah sekitar Kota Tua berubah menjadi area militer tertutup. Mantan mufti besar Yerusalem, Sheikh Ikrima Sabri, mengecam langkah Israel ini, menyatakan bahwa itu bertentangan dengan kebebasan beribadah dan mencerminkan kontrol yang semakin ketat atas Masjid Al Aqsa.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
