Kapal Induk Inggris Siap Dikerahkan ke Timur Tengah
NTB Crime – Kementerian Pertahanan Inggris mengungkapkan bahwa kapal induk Angkatan Laut Kerajaan (Royal Navy) sedang disiapkan untuk kemungkinan penugasan ke Timur Tengah. Juru bicara kementerian tersebut menyatakan bahwa HMS Prince of Wales kini dalam proses persiapan. Meskipun demikian, belum ada instruksi resmi untuk mengirimkan kapal tersebut, seperti dilaporkan oleh The Guardian.
Menurut informasi yang diperoleh dari Sky News, anggota Royal Navy telah menerima informasi mengenai kemungkinan pengerahan ke kawasan tersebut. Ada indikasi bahwa kapal perlu dalam keadaan siap berangkat dalam waktu maksimal lima hari.
Berita ini juga disampaikan oleh BBC News, yang mengutip berbagai sumber dari sektor pertahanan. Jika pengerahan ini dilakukan, HMS Prince of Wales akan bergabung dengan HMS Dragon, yang saat ini juga sedang dalam perjalanan menuju wilayah Timur Tengah.
Kemunculan rencana pengerahan kapal induk Inggris ini mencuat setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyindir Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, karena keterlambatan dalam mengirimkan kapal induk untuk mendukung operasi AS-Israel melawan Iran. Dalam postingannya di Truth Social, Trump menyebut bahwa AS tidak lagi memerlukan bantuan Inggris yang datang terlambat.
“Kami tidak butuh kapal induk Inggris lagi. Namun, kami akan mengingatnya,” kata Trump, sebagaimana dikutip AFP. Tindakan pemerintah Inggris pun mendapat kritik dari Partai Konservatif karena dianggap lamban dalam melindungi Siprus dari serangan drone.
Sebelumnya, pangkalan militer Inggris di Siprus menjadi target serangan drone, yang awalnya diduga berasal dari Iran. Namun, pihak Inggris kemudian mengklarifikasi bahwa drone tersebut bukan dari Teheran. Pasukan AS berada di pangkalan tersebut untuk mempersiapkan serangan ke Iran, meskipun Inggris awalnya tidak setuju, namun akhirnya memberikan izin setelah Starmer menyatakan dukungannya.
Setelah serangan di Siprus, negara-negara Eropa seperti Prancis, Spanyol, dan Italia, segera mengirimkan kapal perang mereka ke wilayah tersebut sebagai bentuk dukungan kepada Inggris dan AS. Selain itu, Kementerian Pertahanan Inggris juga telah mengirimkan tambahan 400 personel ke Siprus serta mengaktifkan jet tempur F-35 dan sistem pertahanan udara di daerah tersebut.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
