Polres Lombok Tengah Percepat Penyelidikan Kasus Perampokan Berujung Luka Serius
NTB Crime – Kepolisian Resor Lombok Tengah, yang bernaung di bawah Polda Nusa Tenggara Barat, kini tengah gencar memburu tujuh terduga pelaku pencurian dengan kekerasan. Kasus ini mencuat setelah seorang petani perempuan, Kirah (51), mengalami luka parah akibat sabetan senjata tajam dalam insiden perampokan yang terjadi di rumahnya.
Peristiwa tersebut berlangsung di Desa Ranggagata, Kecamatan Praya Barat Daya, pada Senin malam, 2 Maret. Dalam kejadian itu, Kirah sedang berada di dalam rumah bersama anaknya ketika serangan terjadi.
Menurut informasi yang disampaikan Kasi Humas Polres Lombok Tengah, Iptu Lalu Brata Kusnadi, korban menderita luka serius di bagian kepala, wajah, dan lengan kanan akibat serangan salah satu pelaku yang menggunakan parang.
“Korban mengalami luka serius di kepala dan lengan akibat sabetan senjata tajam dari salah satu pelaku,” ungkap Lalu Brata di Kota Praya, Selasa (3/3/2026).
Awal mula kejadian bermula ketika Kirah baru saja menyelesaikan shalat. Tiba-tiba, ia mendengar teriakan anaknya dari dalam kamar. Saat ia beranjak menghampiri anaknya, sekelompok orang tak dikenal muncul dan langsung mengancamnya serta meminta uang dan perhiasan.
Meskipun Kirah berusaha berteriak meminta bantuan dari tetangga, salah satu pelaku langsung memukul wajahnya dan melukai kepala serta lengannya dengan senjata tajam.
Situasi yang mengancam nyawa tersebut memaksa Kirah untuk menyerahkan kalung emas imitasi yang disimpannya di dalam lemari, dengan harapan para pelaku segera pergi dari rumahnya.
Rincian dari keterangan korban menyebutkan, sekurangnya tujuh pelaku terlibat dalam aksi ini, dan semua membawa senjata tajam. Setelah melakukan perampokan, mereka melarikan diri melalui bagian belakang rumah.
Selain melukai Kirah, pelaku juga merusak telepon genggam miliknya sebelum melarikan diri.
Polisi menduga bahwa para pelaku telah mengetahui situasi rumah korban yang cenderung sepi, karena suaminya sedang bekerja di luar negeri, meninggalkan Kirah dan anaknya di rumah.
Saat ini, Polres Lombok Tengah telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memanggil sejumlah saksi untuk membantu pengungkapan identitas serta keberadaan para pelaku. “Kami sudah melakukan olah TKP dan meminta keterangan dari beberapa saksi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Para pelaku masih dalam proses lidik,” tegas Lalu Brata.
Pihak kepolisian juga mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada, terutama pada malam hari, dan segera melaporkan informasi apapun yang dapat membantu penyelidikan.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
