Serangan Drone Iran Hantam Instalasi Energi di Bahrain
NTB Crime – Pada Senin, 9 Maret, Iran kembali melancarkan serangan terhadap fasilitas energi di kawasan Teluk, dengan salah satu targetnya adalah kilang minyak di Bahrain. Serangan ini dilaporkan menyebabkan kebakaran dan kerusakan yang signifikan di lokasi.
Kilang minyak Al Ma’ameer Refinery, yang dikelola oleh Bapco, perusahaan energi negara, menjadi sasaran serangan tersebut. Akibatnya, Bapco mengumumkan status force majeure terkait operasional kilang tersebut mengingat dampak konflik regional yang terus berlanjut dan serangan terbaru ini.
Bahrain kini menjadi negara penghasil minyak terbaru di kawasan Teluk yang mengaktifkan klausul force majeure. Sebelumnya, Qatar dan Kuwait telah mengambil langkah serupa sebagai respons terhadap meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut.
Serangan terhadap infrastruktur energi ini terjadi pada saat harga minyak dunia mengalami lonjakan, yang disebabkan oleh kekhawatiran akan gangguan pasokan akibat konflik berkepanjangan antara Iran dan Amerika Serikat serta Israel yang dimulai sejak akhir Februari.
Dalam insiden lain di Bahrain, serangan menggunakan drone juga dilaporkan menghantam pulau Sitra, mengakibatkan setidaknya 32 orang terluka, termasuk seorang remaja perempuan berusia 17 tahun dan seorang bayi berusia dua bulan.
Di sisi lain, ledakan juga terdengar di Doha, dengan negara-negara Teluk lainnya seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Kuwait melaporkan adanya serangan serupa di wilayah mereka. Negara-negara ini menjadi target serangan balasan Iran setelah pengeboman yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel, yang hingga saat ini telah mengakibatkan sedikitnya 21 kematian di kawasan Teluk, termasuk 10 warga sipil dan tujuh tentara AS.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
