Serangan Israel Terus Gempur Lebanon, 12 Staf Medis Tewas

14 Mar 2026 • 22:04 iMedia

NTB Crime – Konflik yang berkepanjangan kembali mengemuka saat Israel melancarkan serangan ke wilayah selatan Lebanon, mengakibatkan jatuhnya korban jiwa yang mencengangkan. Dalam serangan terbaru, sedikitnya 12 staf medis, termasuk dokter dan paramedis, tewas ketika klinik tempat mereka bertugas di kota Burj Qalawiya dilanda serangan udara pada Sabtu, 14 Maret 2026.

Ketegangan antara Israel dan Hizbullah, kelompok bersenjata yang didukung Iran, meningkat tajam setelah aksi balasan Hizbullah menyusul kematian Ayatollah Ali Khamenei. Kematian pemimpin Iran tersebut diakibatkan oleh serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu.

Berdasarkan informasi dari otoritas kesehatan Lebanon, serangan yang dilakukan oleh Tel Aviv membawa dampak devastasi bagi petugas kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam krisis ini. Selain itu, serangan di kota Sawaneh juga merenggut nyawa dua paramedis yang berafiliasi dengan Hizbullah dan Amal.

Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, dalam pidato yang disiarkan secara luas pada Jumat, 13 Maret, menegaskan bahwa kelompoknya siap menghadapi pertempuran yang berkepanjangan dengan Israel. Ia menambahkan bahwa ancaman dari Tel Aviv untuk menjadikan Lebanon membayar harga yang tinggi atas kerusakan infrastruktur tidak akan mematahkan semangat mereka.

“Kita telah mempersiapkan diri untuk konfrontasi panjang, dan insya Allah, mereka (Israel) akan terkejut di medan perang,” ungkap Qassem. Ia menekankan bahwa pertempuran ini bukan sekadar bentrokan biasa, melainkan pertarungan yang menentukan eksistensi.

Selama konflik ini, Israel juga menghancurkan sebuah jembatan vital yang menghubungkan kota Zrariyeh dan Tayr Falsay, yang terletak di atas Sungai Litani. Militer Israel menyebut jembatan tersebut sebagai “perlintasan kunci” bagi Hizbullah dalam memperkuat posisi mereka menjelang pertempuran yang lebih besar. Ini menjadi serangan pertama terhadap infrastruktur publik Lebanon sejak eskalasi konflik di Timur Tengah dimulai.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya