Pemerintah Arab Saudi Ingatkan Iran Soal Stabilitas Kawasan
NTB Crime – Pemerintah Arab Saudi memberikan peringatan tegas kepada Iran untuk tidak melakukan kesalahan dalam perhitungan strategis terkait konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Peringatan ini disampaikan oleh Menteri Pertahanan Saudi, Khalid bin Salman, seusai pertemuannya dengan kepala militer Pakistan.
Khalid menekankan bahwa tindakan agresif dari Iran dapat mengancam keamanan dan stabilitas di kawasan tersebut. “Kami berharap Iran dapat bertindak dengan bijaksana dan menghindari langkah yang salah,” ucapnya dalam sebuah pernyataan yang diunggah di media sosial.
Dalam konteks ini, Kementerian Pertahanan Saudi melaporkan adanya serangan drone yang kembali dilancarkan menuju wilayah kerajaan pada hari Sabtu (7/3) pagi. Empat drone berhasil dicegat saat berusaha menyerang ladang minyak Shaybah, salah satu fasilitas energi utama di Arab Saudi yang terletak di gurun Empty Quarter.
Sebelumnya, sistem pertahanan Saudi juga berhasil mencegat drone yang menyasar area sekitar Riyadh, serta menghancurkan dua rudal balistik sebelum mencapai Pangkalan Udara Pangeran Sultan. Langkah-langkah ini menunjukkan kesiapan Saudi dalam menjaga keamanan wilayahnya.
Di sisi lain, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengumumkan peluncuran serangan ke-23 dalam Operasi “Janji Sejati 4”. Operasi tersebut terdiri dari serangan menggunakan drone dan rudal generasi baru yang menargetkan Israel serta berbagai pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah, termasuk di Bahrain, Kuwait, dan Yordania.
IRGC juga mengklaim bahwa serangan tersebut menargetkan lokasi-lokasi spesifik di kota Be’er Sheva, dengan fokus pada pusat teknologi dan fasilitas keamanan siber Israel.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
