IRGC Tegaskan Iran yang Menentukan Akhir Perang di Timur Tengah

10 Mar 2026 • 14:30 iMedia

NTB Crime – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan bahwa Iran memiliki kontrol penuh terhadap penentuan berakhirnya konflik di Timur Tengah, menolak klaim Presiden AS Donald Trump. Dalam pernyataannya pada Selasa (10/3), IRGC menegaskan bahwa masa depan kawasan ini ada di tangan mereka, bukan di tangan Trump.

IRGC merespons pernyataan Trump yang optimis menyebutkan bahwa perang yang melibatkan AS, Israel, dan Iran sejak 28 Februari lalu akan segera berakhir. “Kamilah yang akan menentukan akhir perang,” ungkap IRGC dalam rilis yang dikutip oleh AFP.

Ditegaskannya bahwa, “Situasi dan status masa depan kawasan ini sekarang berada di tangan angkatan bersenjata kami. Pasukan Amerika tidak akan mengakhiri perang,” lanjut pihak IRGC.

Pernyataan Trump sebelumnya, yang disampaikan pada konferensi pers di Florida pada Senin (9/3), menyebutkan bahwa ketegangan di Timur Tengah akan segera mereda. Ia mengatakan, “Ini akan segera berakhir, dan jika dimulai lagi, mereka akan terkena dampak yang lebih parah.” Pernyataan ini ditujukan untuk menenangkan pasar yang panik akibat meningkatnya ketegangan.

Pasar saham mengalami penurunan besar-besaran dan harga minyak melonjak hingga mencapai puncaknya sejak Juli 2022 sebelum pernyataan Trump berhasil meredakan ketegangan tersebut. Pada hari yang sama, Iran menunjuk Mojtaba Khamenei, putra dari mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, sebagai pengganti setelah kematiannya akibat serangan bersama AS dan Israel pada 28 Februari.

Penunjukan Mojtaba Khamenei ini sejalan dengan peluncuran serangkaian rudal ke arah wilayah Israel dan negara-negara tetangga Arab, menunjukkan bahwa potensi konflik dan ketegangan masih akan terus berlanjut, terutama setelah Iran menutup Selat Hormuz sehari setelah serangan tersebut.

Pasca pernyataan Trump, pasar Wall Street menunjukkan tanda perbaikan, sementara bursa saham di Tokyo dan Seoul juga dibuka dengan kuat. Harga minyak global mulai menurun, setelah sebelumnya sempat menyentuh angka US$119 per barel pada Senin.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya