Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai
NTBCRIME.COM – Kuasa hukum PT Blueray Cargo, Dinalara Dermawati Butar-butar, meragukan amplop coklat bersandi “Kode 1” atau kode Sales 2-1 DIR benar-benar diterima Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama.
Amplop tersebut diketahui berisi uang S$213.600 atau setara Rp2,97 miliar, yang disebut sebagai bagian dari suap terkait importasi barang. Namun, menurut Dinalara, aliran uang itu belum tentu sampai ke penerima yang dituju.
“Kalau menurut saya bisa jadi tidak sampai. Karena berdasarkan kesaksian di persidangan, uang untuk nomor satu selalu lewat nomor dua. Apakah nomor dua menyerahkan ke nomor satu? Kita tidak tahu,” kata Dinalara kepada wartawan di Bogor, Senin, 25 Mei 2026.
Nomor dua yang dimaksud adalah Rizal, Direktur Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea Cukai yang kini menjadi terdakwa. KPK menyebut total suap yang digelontorkan Blueray Cargo ke Ditjen Bea Cukai mencapai Rp61,3 miliar dalam bentuk dolar Singapura, yang diserahkan melalui amplop sebanyak enam kali sejak Juli 2025 hingga Januari 2026.
Rizal disebut menerima amplop berkode 2-BR. Sementara amplop berkode 3-SS diduga untuk Kasubdit Intelijen Direktorat Penindakan dan Penyidikan Sisprian Subiaksono, dan kode 4-OC untuk Kepala Seksi Intelijen Direktorat Penindakan dan Penyidikan Orlando Hamonangan.
Selain itu, amplop berkode FLD disebut untuk Kepala Seksi Dukungan Operasional Intelijen Bagian Data Penindakan dan Penyidikan Valdi, kode BY untuk Kepala Seksi Intelijen Cukai Penindakan dan Penyidikan Budiman Bayu, kode HEN untuk Kepala Seksi Fasilitas Dit Hendi, dan kode ITL untuk uang kas Seksi Intelijen Direktorat Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea Cukai.
Dinalara menyebut amplop suap yang disiapkan tiga pimpinan Blueray Cargo, yakni John Field, Dedy Kurniawan Sukolo, dan Andri, tidak pernah diserahkan langsung kepada Djaka Budhi Utama. Menurut dia, amplop tersebut dititipkan kepada Orlando Hamonangan.
“Klien saya tidak pernah berhubungan langsung dengan nomor 1 (Dirjen Bea Cukai). Nomor HP juga tidak tahu. Berkomunikasi pun tidak pernah,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, daftar penerima suap lengkap dengan kode disebut berasal dari pihak Bea Cukai. Sementara itu, tiga pimpinan Blueray Cargo hanya menyiapkan amplop sesuai daftar yang diterima.
“Keterlibatan pimpinan tertinggi Bea Cukai tidak pernah secara tegas terungkap di persidangan. Saksi dari pihak Bea Cukai mengaku daftar penerima amplop diperoleh dari atasannya. Dan saat ditanya siapa pimpinannya, dia menyebut dua orang yang sekarang jadi tersangka,” kata Dinalara.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
