Khalid Basalamah Mengaku Hanya Menjadi Korban dalam Kasus Kuota Haji Yaqut
NTBCRIME.COM – Pendakwah Khalid Basalamah mengaku hanya menjadi korban dalam pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan skandal kuota haji yang menyeret nama mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.
Khalid diperiksa sebagai saksi selama sekitar tiga jam di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Kamis, 23 April 2026.
“Saya dipanggil sebagai saksi, diminta sebagai saksi dan sebagai warga negara yang baik, kita menjawab. Ini kan wali amr ya, pemerintah, kita menjawab,” ujar Khalid kepada wartawan usai pemeriksaan, Kamis malam.
Ia mengatakan tidak pernah berinteraksi dengan sejumlah nama yang disebut dalam perkara tersebut, termasuk Yaqut Cholil Qoumas maupun staf khususnya, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex.
“Di sini ada nama-nama yang saya tidak pernah interaksi, seperti mantan Menteri Agama, staf khususnya itu saya tidak tahu. Dan hari ini saya dipanggil kapasitasnya sebagai Ketua Asosiasi Mutiara Haji,” kata Khalid.
Khalid juga menyebut tidak memiliki hubungan dalam urusan kuota haji dengan bos Maktour Travel, Fuad Hasan Masyhur. Menurut dia, yang ia ketahui hanya terkait urusan perjalanan ibadah haji melalui PT Muhibah di Pekanbaru.
“Tadinya PT Zahra ini murni furoda. Kemudian datanglah, sudah kami bayar hotelnya di sana, sudah kami bayar visanya, nah tiba-tiba datang PT Muhibah ini nawarkan dengan alasan visa resmi. Makanya kami semua terdaftar di PT Muhibah. Dan sudah kami serahkan semua ke pihak KPK data itu. Saya pun namanya di PT Muhibah,” jelasnya.
Ia menambahkan, setelah visa keluar dan keberangkatan dilakukan, dirinya tidak lagi mengetahui urusan yang berkaitan dengan Kementerian Agama maupun pihak lain yang disebut dalam kasus tersebut.
“Nah, pada saat kami sudah keluar visanya, kami berangkat, ya kami tahunya itu dari PT Muhibah. Jadi kami cuma sampai di situ, kami tidak pernah tahu masalah Kementerian Agama, stafnya, nggak pernah kami interaksi sama sekali. Makanya saya bahasakan, kami korban,” ujarnya.
Saat ditanya soal nama tersangka baru dalam perkara itu, Khalid mengaku tidak mengingatnya. Ia menegaskan kembali bahwa dirinya tidak mengetahui detail dugaan aliran uang kepada pejabat Kementerian Agama.
“Oh nggak, nggak. Bukan masalah tidak kenal. Mungkin saya tidak tahu pernah ketemu atau apa, tapi saya tidak pernah tahu tentang permasalahan bicara masalah haji atau apa itu, saya tidak pernah tahu menahu masalah itu. Karena sebatas kami, saya ke Ibnu Masud, Muhibah. Clear, sampai di situ saja. Kalau selanjutnya saya tidak pernah berinteraksi,” pungkasnya.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
