Polusi Hebat Melanda Teheran Setelah Serangan Fasilitas Minyak

11 Mar 2026 • 14:59 iMedia

NTB Crime – Sejak serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari, setidaknya empat fasilitas minyak di sekitar ibu kota Iran, Teheran, mengalami kerusakan yang parah. Kondisi ini mengakibatkan polusi yang luar biasa dan menciptakan fenomena yang dikenal sebagai hujan hitam, sebuah kejadian yang belum pernah terjadi sebelumnya di wilayah tersebut.

Warga setempat melaporkan bahwa kabut asap dan polusi yang menyelimuti kota membuat sinar matahari sulit terlihat, serta meninggalkan bau hangus yang menyengat di berbagai titik. Para ahli mengingatkan bahwa tingkat polutan yang dilepaskan dapat menciptakan krisis lingkungan yang lebih besar dari yang pernah ada sebelumnya.

Peningkatan polusi udara ini berlokasi di kawasan sekitar fasilitas minyak yang terdampak, di mana jumlah penduduk Teheran mencapai hampir 10 juta, ditambah dengan jutaan lainnya di seputarnya. Serangan terhadap kilang minyak dianggap dapat memicu tingkat polusi yang signifikan, mengingat fasilitas ini menyimpan sejumlah bahan kimia berbahaya.

Ketika pembakaran minyak berlangsung tidak sempurna, karbon monoksida dan partikel jelaga dapat lepas ke atmosfer. Selain itu, kebakaran yang terjadi juga bisa mengeluarkan sulfur dan nitrogen oksida, yang berpotensi Bereaksi membentuk asam dalam air hujan, bersamaan dengan hidrokarbon dan partikel lain yang berbahaya.

Dr. Akshay Deoras, seorang ilmuwan dari Universitas Reading, menyatakan, “Apa yang terjadi di Iran adalah sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya, seluruhnya disebabkan oleh serangan rudal dan serangan udara terhadap kilang minyak.” Pendapat ini diperkuat oleh Eloise Marais, profesor kimia atmosfer di University College London, yang berpendapat bahwa polusi seperti ini hanya akan muncul akibat kecelakaan industri yang sangat besar.

Menurut laporan BBC, warga Teheran juga melaporkan adanya hujan hitam yang lebat. Hujan hitam, yang merupakan istilah informal untuk air hujan yang terkontaminasi, mengakibatkan air berwarna gelap. Fenomena ini jarang terjadi dan biasanya disebabkan oleh tingginya kadar jelaga serta berbagai polutan lainnya.

“Hujan tersebut bertindak seperti spons kecil, mengumpulkan semua yang ada di udara saat turun. Itulah sebabnya warga melihat fenomena yang dikenal sebagai hujan hitam,” tambah Deoras.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya