Qatar Tanggapi Serangan Rudal Iran dengan Peringatan Keras
NTB Crime – Serangan rudal yang dilancarkan oleh Iran kembali mengguncang wilayah Qatar, seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Suara ledakan menggema di ibu kota Doha, mendorong pemerintah Qatar untuk mengeluarkan pernyataan tegas mengenai situasi ini.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari AFP dan Al Jazeera, pada Senin dini hari (9/3/2026), beberapa ledakan terdeteksi di daerah tersebut. Aksi ini adalah bagian dari respons Iran terhadap serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap negara tersebut, yang memicu serangkaian insiden di kawasan Teluk.
Pemerintah Qatar, melalui Kementerian Dalam Negeri, telah mengeluarkan peringatan untuk warganya agar tetap berada di rumah, mengingat meningkatnya ancaman dari serangan ini. Keamanan publik menjadi prioritas utama di tengah eskalasi yang berlangsung.
Pernyataan Perdana Menteri Qatar
Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, menggambarkan serangan tersebut sebagai pengkhianatan yang sangat serius. Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Sky News, ia menekankan bahwa serangan itu terjadi hanya satu jam setelah konflik meluas, dengan sasaran Qatar dan negara-negara Teluk lainnya.
Ia juga menyayangkan tindakan Iran yang tetap bersikukuh untuk menyerang meskipun negara-negara Teluk sudah jelas menegaskan tidak akan terlibat dalam konflik ini dan menjaga upaya diplomasi. “Kesalahan kalkulasi Iran dalam menyerang negara-negara Teluk telah merusak segalanya,” ungkapnya dengan tegas.
PM Qatar menunjukkan kekecewaannya terhadap serangan itu, terutama setelah Presiden Masoud Pezeshkian dari Iran mengeluarkan permintaan maaf kepada negara-negara Teluk dan berjanji untuk tidak menyerang mereka, asalkan tidak ada provokasi. Meski mengecam aksi agresif Iran, Sheikh Mohammed menekankan pentingnya menjaga komunikasi dengan Teheran untuk meredakan ketegangan dan mendorong solusi damai.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
