Tragedi di Samudra Hindia: Kapal Perang Iran Diserang, 104 Awak Tewas
NTB Crime – Militer Iran mengkonfirmasi bahwa insiden tragis di Samudra Hindia telah merenggut nyawa sedikitnya 104 awak kapal perang mereka. Fregat yang tenggelam, IRIS Dena, diserang oleh torpedo dari kapal selam Amerika Serikat pada Rabu (4/3/2026), sekitar 19 mil laut dari pelabuhan Galle, Sri Lanka.
Kapal perang Iran tersebut sedang dalam perjalanan kembali setelah menyelesaikan latihan militer di Visakhapatnam, sebuah kota pelabuhan di India timur, ketika serangan itu terjadi. Selain jumlah korban jiwa yang tinggi, sebanyak 32 awak lainnya juga mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.
Tim Angkatan Laut Sri Lanka berhasil menyelamatkan 32 awak kapal yang selamat, sementara pihak berwenang di Colombo telah melakukan evakuasi terhadap puluhan jenazah dari lautan. Menurut juru bicara Angkatan Laut Sri Lanka, Buddhika Sampath, fregat Iran sempat mengirimkan sinyal darurat saat fajar, tetapi kapal sudah tenggelam sepenuhnya saat tim penyelamat tiba, meninggalkan bercak minyak di permukaan laut.
Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, menyatakan bahwa kapal selam mereka berhasil menenggelamkan kapal perang Iran tersebut. Ia menambahkan bahwa ini adalah serangan yang dilakukan dengan cara yang sangat diam-diam.
“Sebuah kapal selam Amerika berhasil menenggelamkan kapal perang Iran yang merasa aman berada di perairan internasional,” ungkap Hegseth. Respon dari militer Iran cukup tegas, dengan mengecam serangan itu sebagai tindakan ‘pengecut’ dan bersumpah untuk membalas tindakan Washington. Teheran menegaskan bahwa kematian para awak kapal, termasuk kadet muda yang baru saja mengikuti latihan Milan 2026, akan semakin memperkuat tekad mereka untuk melakukan balasan.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
