Satgas Pangan NTB Awasi Stok dan Harga Bahan Pokok Menjelang Idul Fitri
NTB Crime – Dalam rangka menjaga stabilitas harga menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Tim Satuan Tugas (Satgas) Saber Keamanan, Mutu, dan Harga Pangan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus aktif melakukan pengawasan di pasar-pasar tradisional yang ada di Kota Mataram.
Pengawasan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan bahan pangan dan mengantisipasi kemungkinan lonjakan harga yang dapat membebani masyarakat, terutama di momen menjelang Lebaran.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada bulan Februari 2026, terdapat kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) di beberapa kabupaten/kota di NTB, yang dipicu oleh kenaikan harga beberapa komoditas utama. Diantaranya adalah cabai rawit, daging ayam ras, serta beberapa jenis protein hewani lainnya.
Kenaikan IPH tertinggi pada bulan Februari 2026 tercatat di Kabupaten Lombok Timur dengan angka 7,30 persen. Ini diikuti oleh Kabupaten Lombok Barat (4,55 persen), Kabupaten Lombok Tengah (3,71 persen), dan Kabupaten Lombok Utara (1,82 persen). Sedangkan untuk Kabupaten Bima, Sumbawa Barat, dan Dompu masing-masing mencatatkan kenaikan yang lebih rendah atau bahkan penurunan.
Kombes Pol. FX Endriadi, selaku Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB, menyatakan bahwa pihaknya akan terus berkolaborasi dengan Satgas Pangan untuk memantau perkembangan harga komoditas menjelang Lebaran. “Kami fokus pada pantauan beberapa komoditas penting seperti cabai merah, cabai rawit, daging sapi, dan ayam ras,” tambah Endriadi.
Saat ini, harga daging sapi berada di angka Rp140 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram, sementara daging ayam ras mencapai sekitar Rp45 ribu per kilogram, meningkat dari harga sebelumnya yang sekitar Rp40 ribu per kilogram. Selain itu, harga cabai rawit merah saat ini telah menyentuh Rp90 ribu per kilogram, yang sudah melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Kami memantau harga tersebut dan berupaya agar tidak terus meningkat menjelang Lebaran,” ungkap Endriadi.
Untuk menanggulangi potensi kenaikan harga, Satgas Pangan NTB melakukan berbagai langkah strategis, seperti operasi pasar rutin, stabilisasi harga, serta inspeksi mendadak untuk memastikan kelancaran distribusi komoditas pangan.
Kerjasama dengan daerah penghasil komoditas juga terus diperkuat untuk memastikan pasokan bahan pangan ke NTB tetap lancar. Walaupun beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, Kombes Pol. Endriadi menegaskan bahwa ketersediaan bahan pokok lainnya seperti beras, minyak goreng, gula, dan telur masih dalam kondisi yang aman dan stabil.
“Untuk bahan pokok lain, secara umum kami lihat masih aman dan harga relatif normal,” tutupnya.
Satgas Pangan NTB berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan intensif guna menjaga stabilitas harga serta menjamin kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadan hingga perayaan Lebaran.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
