Serangan Drone Guncang Irak, Ketegangan Meningkat di Tengah Rivalitas AS-Iran

07 Mar 2026 • 05:40 iMedia

NTB Crime – Wilayah Irak kini berada dalam keadaan genting setelah rangkaian serangan drone yang menghantam berbagai lokasi, termasuk bandara dan fasilitas minyak strategis. Insiden ini menambah ketegangan yang sudah ada di negara yang menjadi ajang persaingan antara Amerika Serikat dan Iran.

Seorang pejabat keamanan di Basra melaporkan bahwa sebuah drone jatuh di area terminal kargo Bandara Basra. Tak lama setelah itu, dua drone lainnya mengincar fasilitas yang dimiliki perusahaan Amerika di kompleks minyak Burjesia. Serangan ini juga menyasar ladang minyak Rumaila, salah satu pusat produksi energi terbesar di Irak yang dikelola oleh BP.

Sampai saat ini, belum ada informasi mengenai sumber dari peluncuran drone tersebut. Meskipun Irak berulang kali menegaskan keinginannya untuk tidak terlibat dalam konflik besar di Timur Tengah, kenyataan menunjukkan bahwa negara ini tetap terseret konflik yang bersifat proksi antara Washington dan Teheran.

Dalam beberapa waktu terakhir, serangan yang menargetkan kelompok bersenjata yang didukung oleh Iran semakin meningkat. Beberapa kelompok tersebut bahkan mengklaim telah menyerang pangkalan militer AS di Irak dan menolak untuk tetap netral dalam konflik yang berkepanjangan ini.

Di Kurdistan yang otonom, yang merupakan lokasi penempatan pasukan AS, situasi juga memanas. Ledakan dilaporkan terjadi di sekitar Bandara Erbil, yang sebelumnya juga menjadi sasaran serangan drone. Akibat serangan drone di provinsi Dohuk, pemerintah Kurdistan menginformasikan bahwa produksi minyak di ladang yang dikelola HKN Energy harus dihentikan.

Pemerintah setempat menduga serangan tersebut berasal dari wilayah Irak federal dan mendesak pemerintah Baghdad untuk mengambil tindakan untuk melindungi infrastruktur vital dari ancaman serupa.

Di sisi lain, kelompok militan Kurdi Iran juga tidak luput dari serangan. Seorang pejabat dari Partai Demokrat Kurdistan Iran (PDKI) yang beroperasi di pengasingan mengungkapkan bahwa pangkalan mereka diserang oleh Iran, menambah rumit situasi di kawasan tersebut. Teheran bahkan mengancam akan menyerang semua fasilitas di Kurdistan Irak jika menyerang kembali wilayah Iran.

Kelompok Kurdi Iran melihat konflik ini sebagai kesempatan untuk mengedepankan agenda melemahkan pemerintah Islam Iran. Mereka juga membuka kemungkinan untuk menjalin aliansi dengan AS di masa mendatang.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya