Komitmen NTB untuk Perlindungan Perempuan dan Anak di Sekolah Berasrama
NTB Crime – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi perempuan dan anak, terutama di lembaga pendidikan berasrama. Dalam pertemuan yang berlangsung di Mataram pada tanggal 19 Oktober, Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal atau yang akrab disapa Miq Iqbal, menerima kunjungan silaturahmi dari Kombes Pol Ni Made Pujawati, Direktur Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO) Polda NTB.
Dalam upaya untuk mencegah dan melindungi perempuan serta anak-anak di lingkungan pendidikan, Gubernur NTB memberikan instruksi kepada Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P3A) untuk menyusun draf konsep akreditasi yang ramah terhadap perempuan dan anak. Akreditasi ini direncanakan berlaku untuk sekolah dan lembaga pendidikan berasrama, termasuk juga Sekolah Rakyat.
Kerjasama yang terjalin antara Pemerintah Provinsi NTB dan Polda NTB diharapkan dapat memperkuat sistem pencegahan serta penegakan hukum, sehingga mampu menciptakan generasi penerus yang terlindungi sepenuhnya. Langkah ini sangat penting mengingat tingginya tingkat kekerasan dan perlakuan diskriminatif yang masih dapat ditemukan dalam lingkungan pendidikan.
Gubernur NTB menekankan bahwa perlindungan terhadap perempuan dan anak harus menjadi prioritas utama dalam kebijakan publik, terutama dalam sistem pendidikan yang diharapkan dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang positif bagi generasi mendatang. Dengan adanya akreditasi ini, diharapkan semua lembaga pendidikan berasrama dapat menjadikan lingkungan mereka lebih inklusif dan aman bagi semua.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
