Konflik Iran dan Aliansi AS-Israel Meningkat, Ancaman Perang Total Mengintai

NTB Crime – Jakarta: Situasi ketegangan antara Iran dan aliansi Amerika Serikat serta Israel kini memasuki fase yang mengkhawatirkan bagi kestabilan dunia. Pengamat Hubungan Internasional dari Universitas Indonesia, Yon Mahmudi Ismail, memberikan analisis mendalam terkait perkembangan ini.

Yon menjelaskan bahwa kondisi saat ini berpotensi mengarah pada perang total, mengingat kedua pihak menunjukkan tanda-tanda penutupan terhadap upaya diplomasi. Dia menambahkan bahwa sikap Iran yang menolak untuk bernegosiasi dan berkomitmen untuk melakukan pembalasan semakin memperburuk situasi.

“Iran telah menegaskan bahwa mereka akan terus melawan Amerika dan Israel, tanpa ada niatan untuk melakukan dialog,” ungkap Yon dalam Program Breaking News Metro TV, pada Selasa, 3 Maret 2026.

Di tempat lain, pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang memperkirakan bahwa konflik ini dapat berlangsung antara empat hingga lima minggu ke depan, semakin menunjukkan bahwa pertempuran ini tidak akan mereda dalam waktu dekat.

Analisis oleh Yon menciptakan gambaran situasi zero-sum game, di mana masing-masing pihak berusaha untuk melemahkan lawan mereka dengan cara maksimal. Serangan yang menargetkan berbagai fasilitas militer—daratan, udara, dan laut—serta upaya penggulingan rezim menunjukkan bahwa konflik ini telah melampaui batas-batas tekanan militer yang terbatas.

Yon memperingatkan bahwa dalam waktu satu bulan mendatang, dampak dari konflik ini bisa meluas secara global, yang tentu akan berdampak pada keamanan dan ekonomi internasional.

“Ini bisa menjadi perang total yang berkelanjutan, karena tidak ada ruang untuk negosiasi. Jadi, kita bisa melihat skenario di mana Amerika, Israel, atau Iran akan saling menghancurkan,” pungkasnya.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya